Gelombang cahaya akan melambat ketika berpindah dari udara ke bahan yang lebih rapat seperti kaca atau air. Kecepatan rambat cahaya di dalam air adalah tiga perempat kecepatan cahaya di udara. Jika suatu berkas sinar menembus air atau kaca dengan membentuk sudut apitan tertentu, ia akan berubah arah. Efek ini disebut pembiasan atau refraksi, yang menyebabkan lensa atau objek yang tembus pandang dapat memperlihatkan benda-benda yang ditutupinya. Dengan kata lain, pembiasan adalah penyimpangan arah berkas cahaya yang terjadi akibat perubahan kecepatan rambat cahaya, ketika cahaya melintas dari satu benda transparan ke benda lain.
Home » All posts
Friday, April 19, 2013
Tuesday, April 9, 2013
Pengertian Pemantulan
Hanya sedikit objek kasat mata yang menghasilkan sinar. Kebanyakan yang lain dapat dilihat karena memantulkan sebagian sinar yang menerpanya. Ada objek yang terlihat berkilau atau benderang karena memantulkan hampir seluruh sinar yang menimpanya. Objek yang terlihat benderang tetapi kabur menghamburkan sinar yang dipantulkannya. Objek yang terlihat kelam menyerap hampir seluruh sinar yang menimpanya dan diubah menjadi panas. Cermin menghasilkan bayangan begitu jelas karena cermin tidak mengusik tatanan berkas sinar yang dipantulkannya.
Pengertian Cahaya
Cahaya merupakan bentuk radiasi elektromagnetik. Cahaya dapat dihamburkan, dipantulkan, dibiaskan dan dilenturkan. Panjang gelombang cahaya tampak lebih pendek dibanding panjang gelombang radio dan radiasi inframerah, tetapi lebih panjang dibanding radiasi ultraviolet dan sinar X. setiap warna cahaya memiliki panjang gelombang khusus. Cahaya tampak mempengaruhi zat kimia di ujung-ujung saraf yang terletak di dinding belakang dalam bola mata manusia. Ujung-ujung saraf ini kemudian mengirim sinyal ke otak, yang menerjemahkan sinyal sebagai cahaya. Tidak ada yang dapat melaju lebih cepat dari pada cahaya. Kecepatan rambat cahaya dalam ruang hampa udara sekitar 300.000km per detik, tetapi cahaya merambat sedikit lebih lambat ketika melalui bahan-bahan seperti udara, kaca, atau air.
Hukum Ketiga Termodinamika
Hukum ketiga termodinamika menyatakan bahwa ada suhu minimum yang disebut bob mutlak. Pada suhu tersebut, materi mengandung energi panas dalam jumlah yang paling sedikit dan tidak dapat lebih dingin lagi.
Adalah tidak mungkin bagi suatu benda untuk mencapai suhu pada angka nol mutlak, karena benda pada suhu tersebut akan segera menyerap panas dari lingkungan sekitar. Non mutlak adalah -273,150C.
Banyak perhitungan termodinamika yang menggunakan nilai suhu pada skala termodinamika, yang menetapkan nol mutlak pada 0 K (nol Kelvin). Persamaan-persamaan yang menjelaskan sifat-sifat gas umumnya menggunakan satuan suhu termodinamika. Volume gas pada tekanan tetap selalu sebanding dengan kenaikan suhunya, di atas non mutlak. Jika gas dipertahankan dalam volume tetap, tekanannya meningkat sebanding dengan suhu termodinamika.
Hukum Kedua Termodinamika
Hukum kedua termodinamika menyatakan bahwa semua prose salami senantiasa cenderung meningkatkan entropi. Entropi adalah ukuran ketidakteraturan alam semesta. Salah satu konsekuensinya, panas mengalis dari tempat panas ke tempat dingin.
Dalam proses tersebut, panas yang terkumpul di dalam objek panas menyebar dan menjadi kurang teratur, sehingga terjadi kenaikan entropi. Panas tidak mengalir secara alami dari tempat panas ke tempat dingin.
Entropi juga memegang peran penting dalam reaksi kimia. Banyak reaksi menaikkan entropi dengan cara mengubah energi kimia menjadi energi panas, yang kemudian menyebar ke lingkungan sekitar. Beberapa reaksi tersebut melepaskan gas, yang partikel-partikelnya lebih renggang dan kurang teratur dibanding zat cair dan zat padat.
Subscribe to:
Posts (Atom)